Knowledge

"Knowledge is not looking for you but needs to be sought". -Imam Malik-

Health

"Health always seems valuable after we lose it". -Jonathan Swift-

Nature

"Nature does not have something without benefits". -Aristoteles-

Technology

"Technology make things faster and more cost-effective, but it's not perfect. It requires you tobe as flexible as you can be". -John Phillips-

Life

"Simple life is beautiful and does not make us low". -Ainy Fauxiyah-

Thursday, January 31, 2019

Update! Kebijakan Baru Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Anda seorang pekerja yang baru keluar dari perusahaan anda kerja dan ingin klaim saldo BPJS Ketenagakerjaan Anda? Sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu kebijakan baru untuk hal ini. Oleh karena itu, disini saya akan berbagi pengetahuan tentang kebijakan-kebijakan apa saja yang sekarang sedang berlaku untuk klaim saldo BPJS Ketenagakerjaan Anda. Let's check it out~

BPJS Ketenagakerjaan atau yang dulunya sering kita sebut dengan JAMSOSTEK melakukan peningkatan pelayanan-pelayanan untuk para pesertanya. Dengan mengadakan pembaruan-pembaruan yang lebih userfriendly pada kebijakan-kebijakannya. Apa sajakah itu? Berikut kebijakan barunya:
  1. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 60 tahun 2015 menyatakan bahwa saldo JHT bisa diambil 10%, 30%, hingga 100% tanpa harus menunggu usia kepesertaan 10 tahun atau peserta minimal berumur 56 tahun seperti yang tertera diperaturan sebelumnya yaitu Peraturan Pemerintahan (PP) No 46 tahun 2015. Peraturan baru tersebut sudah diberlakukan sejak 1 september 2015.

Ketentuan dan Syarat-Syaratnya
A. Ketentuan
  1. Pencarian JHT BPJS Ketenagakerjaan 10% dan 30% dapat dilakukan hanya untuk peserta yang masih bekerja dengan syarat usia kepesertaan sudah menginjak 10 tahun. Pencairan ini hanya boleh dipilih salah satu. Misal 10% atau 30%, pencairan 10% untuk dana persiapan pensiun, sedangkan pencairan 30% untuk biaya perumahan.
  2. Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan 100% dapat dilakukan hanya untuk peserta yang sudah tidak bekerja, misal keluar karena resign atau PHK. Dalam hal ini, saldo dapat langsung dicairkan setelah menunggu 1 bulan sejak keluar dari pekerjaan Anda.
  3. Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan 100% Tidak dapat dicairkan tanpa paklaring (surat pengalaman/berhenti kerja). Paklaring dapat diminta dari perusahaan yang sudah Anda tinggalkan, dan jika perusahaan sudah tidak ada maka mintalah ke Disnaker.
  4. Pastikan data KTP sama dengan data Kartu Keluarga (KK), jika berbeda Anda bisa membuat Surat Keterangan Koreksi Kesalahan dari kelurahan setempat.
  5. Pengambilan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan tidak dapat diwakilkan, kecuali jika si peserta cacat total dan meninggal dunia. Bagi yang cacat total sertakan surat kuasa pula.
  6. Apabila Kartu BPJS Ketenagakerjaan hilang, Anda harus mengurus surat pengganti kartu peserta yang hilang dengan surat keterangan kehilangan dari kepolisian, dengan mencantumkan no Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaa di dalam surat kehilangan tersebut, maka Anda sudah dapat mencairkannya.
B. Syarat
Syarat untuk Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 10%
  1. Peserta minimal sudah bergabung selama 10 tahun.
  2. Peserta masih aktif bekerja di perusahaan.
  3. Fotocopy kartu BPJS Ketenagakerjaan serta membawa yang aslinya.
  4. Fotocopy KTP serta membawa yang aslinya.
  5. Fotocopy KK (Kartu Keluarga) serta membawa yang aslinya.
  6. Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  7. Buku rekening tabungan.
Syarat untuk Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 30%
  1. Peserta minimal sudah bergabung selama 10 tahun.
  2. Peserta masih aktif bekerja di perusahaan.
  3. Fotocopy kartu BPJS Ketenagakerjaan serta membawa yang aslinya.
  4. Fotocopy KTP serta membawa yang aslinya.
  5. Fotocopy KK (Kartu Keluarga) serta membawa yang aslinya.
  6. Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  7. Dokumen perumahan.
  8. Buku rekening tabungan.
Syarat untuk Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 100%
  1. Sudah berhenti bekerja (resign/PHK).
  2. Memiliki Kartu BPJS Ketenagakerjaan.
  3. Memiliki Paklaring (Surat pengalaman bekerja/surat keterangan sudah berhenti bekerja).
  4. Memiliki KTP atau SIM.
  5. Memiliki Kartu Keluarga (KK).
  6. Memiliki Buku tabungan (dianjurkan yang telah bekerjasama dengan BPJS) untuk pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan.
  7. Sertakan fotocopy minimal sebanyak 1 lembar untuk masing-masing dokumen di atas.
Prosedur Pengajuan Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan
  1. Mendatangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.
  2. Mengisi formulir pengajuan klaim JHT.
  3. Ceklis kelengkapan berkas.
  4. Panggilan wawancara dan foto (dilakukan di tempat saat klaim bpjs).
  5. Proses transfer seluruh saldo JHT ke nomor rekening bank (biasa memakan waktu selama 7 hari kerja atau mungkin sekitar 2 minggu kurang).


Thanks To
Sumber Referensi : 
[1] Finansialku. Januari 2017. https://www.finansialku.com/cara-pencairan-jht-bpjs-ketenagakerjaan/
[2] http://seputarpengertian.blogspot.com/2015/07/seputar-pengertian-bpjs-ketenagakerjaan.html

Saturday, January 26, 2019

Jangan Lewatkan!!! Kebiasaan-Kebiasaan Utama Untuk Menjaga Kebersihan Diri

Seperti yang kita ketahui kesehatan adalah hal penting dan salah satu unsur utama kehidupan, dan sehat tak pernah lari dari kebersihan. Maka, kebiasaan untuk hidup bersih harus dibangun sejak dini, sehingga ketika memasuki usia dewasa kita sudah terbiasa untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk meraih kesehatan dengan baik.

Sumber : https://www.darmawanaji.com
Pernah kita mendengar atau melihat tulisan yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa "Kesucian sebagian dari Keimanan". Dimana kesucian disini tidak hanya jasmani saja melainkan juga kesucian rohani yaitu berarti jiwa. Oleh karena itu, berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang akan mendukung itu semua. Let's Check It Out...

  1. Kebiasaan menggosok gigi
  2. Kebiasaan mencuci tangan
  3. Mandi dengan sabun 2 kali sehari
  4. Cuci rambut dengan sampo 3 kali seminggu
  5. Menjaga kebersihan telinga
  6. Menggunting kuku jika kuku tangan dan kaki panjang
  7. Membuang air besar dan kecil di WC
  8. Menjaga kebersihan pakaian, mainan, dan tempat tidur
  9. Menjaga kebersihan perlengkapan makan dan minum
Lakukanlah kebiasaan-kebiasaan di atas dari usia dini agar terbiasa sejak kini.


Thanks To
Sumber :
[1] Akbar, Fadhilah. 2017. Be The Best Wife. Yogyakarta: Pro-U Media

Seberapa Penting Kesehatan Anda?

Pernahkah kalian mendengar kata bijak tentang kesehatan yang disampaikan oleh Jonathan Swift yaitu "Kesehatan selalu tampak berharga setelah kita kehilangannya". Apa bila ya berarti Anda mulai merasakan pentingnya kesehatan yang harus kita jaga. Kesehatan adalah salah satu unsur utama yang harus kita miliki dalam kehidupan ini, karena dengan kesehatan kita akan bebas melakukan apapun tentunya hal baik yang mendampinginya.
Sumber : https://www.klikdokter.com/...

Dalam Undang-undang No. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan menjelaskan bahwa Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial, dan ekonomis.

Mengacu dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kesehatan tak hanya meliputi sehat secara badan saja tapi jiwa dan sosial juga harus memiliki kesehatannya tersendiri. Maka Kita akan bertanya "Bagaimana cara menjaga kesehatan tersebut?". Kesehatan akan didapatkan dari 2 ruang lingkup utama yaitu ruang lingkup umum dan khusus.

1. Ruang Lingkup Secara Umum
  1. Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya, dan ancaman pada kesehatan, serta kesejahteraan hidup manusia.
  2. Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan, dan kesejahteraan hidup manusia.
  3. Melakukan kerja sama, menerapkan program terpadu di antara masyarakat, dan institusi pemerintah serta lembaga non-pemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.
2. Ruang Lingkup Secara Khusus
Meliputi usaha-usaha perbaikan atau pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia yang di antaranya berupa :
  1. Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan.
  2. Makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala besar dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
  3. Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batubara, kebakaran hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan, dan makhluk hidup lain, serta menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem.
  4. Limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit dan lain-lain.
  5. Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan rantai penularan penyakitnya.
  6. Perumahan dan bangunan yang layak huni, serta memenuhi syarat kesehatan.
  7. Kebisingan, radiasi, dan kesehatan kerja.
  8. Survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program kesehatan lingkungan.

Thanks To
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan

Tuesday, January 22, 2019

Hakikat Pengetahuan

Melanjutkan postingan sebelumnya (Hakikat Ilmu), kali ini saya akan tuturkan tentang hakikat pengetahuan.

Pengetahuan adalah familiaritas, kesadaran, atau pemahaman mengenai seseorang atau sesuatu, seperti fakta, informasi, deskripsi, atau keterampilan yang diperoleh melalui pengelaman atau pendidikan dengan mempersepsikan, menemukan, atau belajar. Pengetahuan dapat merujuk pada pemahaman teoritis atau praktis dari suatu subjek. Hal ini dapat diperoleh secara implisit, dengan keterampilan atau keahlian praktis atau eksplisit, dengan pemahaman teoritis terhadap suatu subjek dan bisa secara disesuaikan keformalan atau sistematisnya (Oxford dictionary, 2018). Mintaredja (1980) berpendapat bahwa pengetahuan adalah suatu istilah untuk menuturkan apabila seseorang mengenal sesuatu. Artinya semua pengetahuan manusia berasal dari rasa ingin tahu sebagai kecenderungan dasar manusia. Rasa ingin tahu tersebut dicerna oleh panca indera serta ditampung dalam ingatan hingga memunculkan pengetahuan. Berikut adalah sumber pengetahuan yang diantaranya :

1. Pengalaman Indera (Sense Experience)
Pengetahuan dapat diperoleh melalui penangkapan panca indera di mana kemudian menjadi dasar perkembangan “empirisme”.

2. Penalaran (Reason)
Pengetahuan diperoleh dengan cara menggabungkan atau mengabstraksikan dua pengertian atau lebih berdasarkan akal sehat manusia.

3. Otoritas (Authority)
Pengetahuan diperoleh berdasarkan otoritas sebagai kekuatan sah yang dimiliki seseorang atau kelompok.

4. Intuisi (Intuition)
Pengetahuan diperoleh dari proses kejiwaan tanpa stimulus atau ransangan dari luar.

5. Wahyu (Revelation)
Pengetahuan berdasarkan pada wahyu Tuhan melalui perantara utusan-utusan-Nya.

6. Keyakinan (Faith)
jenis pengetahuan ini sulit dibedakan dengan pengetahuan yang bersumber pada wahyu. Jika wahyu berdasarkan dogmatisme agama, sementara keyakinan lebih mengacu pada kematangan (maturation) sehingga sifatnya lebih dinamis.

Dalam keseharian, seringkali ilmu (science) disamakan dengan pengetahuan (knowledge), padahal secara prinsip keduanya berbeda. Ilmu adalah sesuatu yang dihasilkan dari pengetahuan ilmiah yang berawal dari perpaduan proses berpikir deduktif (rasional) dan induktif (empiris), sedangkan pengetahuan adalah hasil aktivitas manusia (subyek) yang mempunyai kesadaran untuk mengetahui obyek yang dihadapinya sebagai sesuatu yang ingin dikenal dan diketahui.


Thanks To
Sumber :
(1) (PDF) Hakikat Ilmu dan Pengetahuan. Available from: https://www.researchgate.net/publication/327307040_Hakikat_Ilmu_dan_Pengetahuan [accessed Jan 22 2019].

Hakikat Ilmu

Sebagai makhluk yang dianugerahkan akal, manusia tak pernah terlepas dari rasa keinginan untuk mencari tahu hal-hal baru. Semakin kuat hasrat ingin tahu manusia, maka semakin banyak ilmu dan pengetahuan yang akan diperolehnya. Proses mengumpulkan ilmu pengetahuan tersebut merupakan suatu proses belajar yang dilakukan manusia sejak usia dini sampai ia meninggal dunia.

Ilmu adalah hal sistematis yang membangun dan mengatur pengetahuan dalam bentuk penjelasan serta prediksi yang dapat diuji melalui metode ilmiah tentang alam semesta (Mirriam Webster Dictionary, 2018). ilmu terdiri dari dua hal, yaitu bagian utama dari pengetahuan, dan proses di mana pengetahuan itu dihasilkan. Proses pengetahuan memberikan individu cara berpikir dan mengetahui dunia. Proses ilmiah adalah cara membangun pengetahuan dan membuat prediksi tentang dunia dengancara sedemikian rupa sehingga dapat diuji, misal pertanyaan "Apakah Bumi bulat atau datar?" bisa diuji dan dipelajari melalui penelitian, terdapat bukti untuk dievaluasi dan menentukan apakah itu mendukung bumi bulat atau datar. Tujuan ilmiah yang berbeda biasanya menggunakan metode dan pendekatan yang berbeda untuk menyelidiki dunia, tetapi proses pengujian adalah inti dari proses ilmiah untuk semua ilmuah (Carpi & Egger, 2011). Berikut sembilan ciri utama science menurut Mondal (2018) yaitu diantaranya :

1. Objektivitas
Pengetahuan ilmiah bersifat objektif. Objektivitas berarti kemampuan untuk melihat dan menerima fakta apa adanya. Untuk menjadi objektif, seseorang harus waspada terhadap bias, keyakinan, harapan, nilai, dan preferensi sendiri. Objektivitas menuntut bahwa seseorang harus menyisihkan segala macam pertimbangan subyektif dan prasangka.

2. Verifiability
Sains bersandar pada data indra, yaitu data yang dikumpulkan melalui indera kita, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan sentuhan. Pengetahuan ilmiah didasarkan pada bukti yang dapat diverifikasi, melalui pengamatan faktual konkret sehingga pengamat lain dapat mengamati, menimbang atau mengukur fenomena yang sama dan memeriksa observasi untuk akurasi.

3. Netralitas Etis
Sains bersifat etis netral. Ilmu hanya mencari pengetahuan. Bagaimana pengetahuan ini akan digunakan akan  ditentukan oleh nilai-nilai kemasyarakatan. Pengetahuan dapat digunakan berbeda. Etika netralitas tidak berarti bahwa ilmuwan tidak memiliki nilai. Di sini hanya berarti bahwa ia tidak boleh membiarkan nilai-nilainya mengubah desain dan perilaku penelitiannya. Dengan demikian, pengetahuan ilmiah adalah netral terhadap nilai-nilai atau bebas-nilai.

4. Eksplorasi Sistematis
Sebuah penelitian ilmiah mengadopsi prosedur sekuensial tertentu, rencana yang terorganisir atau desain penelitian untuk mengumpulkan dan menganalisis fakta tentang masalah yang diteliti. Umumnya, rencana ini mencakup beberapa langkah ilmiah, seperti perumusan hipotesis, pengumpulan fakta, analisis fakta, dan interpretasi hasil.

5. Keandalan atau Realiabilitas
Pengetahuan ilmiah harus terjadi di bawah keadaan yang ditentukan tidak sekali tetapi berulang kali dan dapat direproduksi dalam keadaan yang dinyatakan di mana saja dan kapan saja. Kesimpulan berdasarkan hanya ingatan tanpa bukti ilmiah sangat tidak dapat diandalkan.

6. Presisi
Pengetahuan ilmiah harus tepat, tidak samar-samar seperti beberapa tulisan sastra. Presisi membutuhkan pemberian angka, data atau ukuran yang tepat.

7. Akurasi
Pengetahuan ilmiah itu akurat. Akurasi secara sederhana berarti kebenaran atau kebenaran suatu pernyataan, menggambarkan hal-hal dengan kata-kata yang tepat sebagaimana adanya tanpa melompat ke kesimpulan yang tidak beralasan, harus ada data dan bukti yang jelas.

8. Abstrak
Sains berlanjut pada bidang abstraksi. Prinsip ilmiah umum sangat abstrak. Tidak tertarik untuk memberikan gambaran yang realistis.

9. Prediktabilitas
Para ilmuwan tidak hanya menggambarkan fenomena yang sedang dipelajari, tetapi juga berusaha untuk menjelaskan dan memprediksi juga.

Dalam bukunya yang berjudul Methods in Psychological Research, Evans dan Rooney (2008) berpendapat dengan orientasi psikologi yang mempelajari individu sebagai subject matter-nya, bahwa ilmu memiliki empat fungsi, antara lain:
a. To Describe (mendeskripsikan)
b. To Explain (menjelaskan)
c. To Predict (memprediksikan)
d. To Control (mengontrol atau mengendalikan) 

Thanks To
Sumber :
(1) (PDF) Hakikat Ilmu dan Pengetahuan. Available from: https://www.researchgate.net/publication/327307040_Hakikat_Ilmu_dan_Pengetahuan [accessed Jan 22 2019].